Pengalaman Pertama Terbang Bersama Citilink, Begitu Berkesan !


Bisa dibilang gue ini tipikal orang yang impulsive, punya duit ga pake mikir panjang, gue langsung aja pesan tiket pesawat buat traveling, maklum efek udah lama ga kemana – mana.

Sebenarnya, jauh hari sebelum gue resign dari tempat kerja, gue udah punya rencana buat liburan ke Bandung, iya..gue belum pernah ke sana sih, liburan sekaligus mau mengunjungi teman lama di sana.

Tanggal 8 Agustus sore, tanpa persiapan apa – apa, gue langsung aja pesan tiket via aplikasi traveloka di handphone untuk tanggal 9, tiket Lombok – Bandung lumayan mahal, akhirnya gue punya akal buat pesan pesawat dari Lombok – Surabaya, kemudian lanjut lagi pakai pesawat lain Surabaya – Bandung.

Liat di aplikasi Traveloka, eeh pucuk dicinta ulam pun tiba, ada tiket lumayan murah, siang hari pakai Citillink. Tanpa pikir panjang, gue pun langsung pesan ! secara murah, ga pake banget sih, dan gue juga belum pernah naik Citilink sebelumnya, jadi besok bakal jadi pertama kalinya gue naik Citilink. Buat yang belum tahu, Citilink ini budget airline anaknya Garuda Indonesia, jadi bolehlah sedikit menaruh harapan untuk pelayanannya.

Pagi, jam 8, gue udah diantar teman ke poll Damri, biar murah aja sih ke Bandara Internasional Lombok, jadi gue milih pakai Damri, cuma 25,000 IDR aja kok tiketnya.

Sekitar 30 menit menunggu di poll Damri, akhirnya bus pun berangkat menuju bandara. Perjalanan sih mulus – mulus aja, memakan waktu hanya 50 menit saja. Begitu tiba di bandara, gue ga langsung masuk ke area lobby, melihat kearah monitor, eeh counter check in belum dibuka, ya iyalah, pesawatnya aja berangkat pukul 12:00 sih, hehe.

Sambil menunggu, gue ngenet dulu di area lobby, lumayan internet gratisan, tiba – tiba perut terasa lapar dan gue pun nyari makan dulu di Solaria. Sekitar pukul 10:30, check in dibuka dan gue langsung ke counter, senyuman dan sapaan dari petugas counter bikin gue semangat lagi.

“boleh request window seat, mas ?”, tanya gue.

“boleh mas, sebentar ya”, ujar mas – mas petugas counter sembari mengetik sesuatu di komputernya.

“oke, ini boarding pass-nya”, lanjutnya sembari menyerahkan boarding pass putih berhias aksen hijau buat gue.

Boarding time masih lama, gue pun berinisiatif ke smoking room dulu. Memang di ruangan satu ini, mata harus siap sepet, isinya asap doang, ya iyalah cyin ! Sembari menghisap batang rokok, gue membayangkan perjalanan yang akan berlangsung kurang lebih selama 9 hari kedepan, udah ga sabar, i’m so excited to begin !

Selesai merokok, gue pun beranjak ke boarding room, suasana rame banget, gue mencari tempat duduk di dekat gate 1 yang akan gue lewati, tampak bersiap di parkiran, pesawat Citilink QG665 yang akan gue naiki parkir di sana dengan gagahnya. Ga lama, pengumuman untuk naik ke pesawat terdengar, gue segera merapat ke Gate dan menyerahkan boarding pass gue untuk dicek.

Gue pun berjalan ke arah garbarata, tapi berhubung tempat duduk gue nomor 25 keatas, gue harus turun ke parkiran dan naik ke pesawat lewat bagian belakang, menggunakan tangga.

“Selamat siang, selamat datang di Citilink”, Ramah ucapan pramugari cantik berseragam hijau menyapa gue.

“Terima kasih”, balas gue

Oh iya, FYI ya seragam pramugari Citilink merupakan hasil dari kontes desain untuk Citilink yang dilakukan tahun 2011. Seragam didominasi dengan warna hijau dengan sedikit corak putih, dimana hijau adalah warna dasar maskapai dengan harapan memberikan tampilan cerdas, moderen sekaligus mencolok. sehingga kru Citilink akan mudah dikenali di bandara.


Begitu didalam pesawat, segera gue mencari kursi 25F, sengaja gue memilih window seat karena gue memang paling suka pemandangan dari jendela pesawat, pemandangan lautan awan ditambah barisan sawah, gedung, dan jalan raya yang  jauh dibawah sangat menarik untuk diperhatikan. Seat pitch-nya cukuplah untuk ukuran tubuh gue, tidak terlalu lapang memang, tapi tetap nyaman.

Tak lama, setelah menunggu penumpang lainnya, dan akhirnya para penumpang telah datang semua, pesawat mulai di dorong untuk menuju taxy way, sembari taxiing menuju run way, pramugari memberikan peragaan keselamatan yang memang sudah menjadi standart di setiap maskapai. Terkadang hal ini disepelekan oleh sebagian penumpang, tapi alangkah baiknya diperhatikan, jaga – jaga kalau memang ada situasi darurat loh !

oh iya, sebelumnya, ada hal unik yang menjadi ciri khas Citilink, jadi sebelum peragaan keselamatan, pramugari senior mengumumkan nama kapten yang bertugas, cuaca di bandara asal, jarak tempuh, dan perkiraan waktu sampai. Selain itu, pramugari juga memberikan pantun, gue lupa persisnya seperti apa, tapi isinya adalah ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih telah memilih Citilink sebagai partner terbang anda. Woow, hal simple, tapi touchy banget !

Pesawat dengan lancar mencapai runway, tak lama terdengar pilot memberitahukan pramugari untuk standby di take off position, pesawat mencapai ujung landasan dan berputar, mesin pesawat menderu kecang dan pesawat mulai bergerak melaju kencang. Perlahan tapi pasti, burung besi itu mulai terangkat, pemandangan dibawah semakin mengecil, tampak dari jendela lautan awan, pesawat berbelok ke arah timur menuju barat, tiba – tiba di samping jendela, tampak pemandangan puncak Gunung Rinjani, diselimuti lautan awan. Sungguh menakjubkan !

Di dalam pesawat, gue juga membaca majalah yang mereka sediakan, Linked nama majalah yang dimiliki dan diterbitkan oleh Citilink. Isinya cukup menarik, majalah yang gue baca waktu itu membahas tentang wisata Indonesia Timur, Kupang dan Pulau Komodo.

Tak lama, pramugari juga menawarkan pelbagai produk minuman dan makanan, tapi sayangnya gue on budget banget, jadi yaah gitu, ga mampu beli, hehe !

Perjalanan berlangsung mulus, walaupun terkadang ada guncangan kecil, tapi tidak terlalu mengganggu, gue nikmati aja sembari mendengarkan lagu di ponsel dan memandang ke arah jendela. Tak lama, terdengar pengumuman dari kapten, memberitahukan situasi cuaca di Surabaya, perkiraan waktu tiba, hingga saat itu kami sedang berada diketinggian berapa. Sekitar 15 menit kemudian, kami sudah tiba diatas Pulau Jawa, pesawat melesat cepat hingga tak terasa waktu landing hampir tiba, tampak dibawah bangunan – bangunan di wilayah perkotaan yang padat. Tiba – Tiba, pesawat menukik miring, gue kaget, rasanya garis horizon berubah posisi dengan ekstrem saat itu !

Pesawat terus menderu hingga akhirnya perlahan tapi pasti ketinggian semakin turun, mulai lebih jelas tampak bangunan dan kendaraan, hingga akhirnya pesawat mencapai runway. Pesawat mendarat dengan mulus, ga terlalu bumpy, dan tak lama kecepatan pesawat semakin berkurang. Pesawat menuju taxy way dan bersiap parkir, pramugari mengingatkan untuk tetap duduk dan sabuk pengaman tetap terpasang, tak lupa juga mereka kembali mengucapkan pantun, pantun perpisahan yang cukup kocak, walau gue lupa persis kalimatnya seperti apa.

Setelah turun dari pesawat dan tiba di kedatangan gue segera mencari tempat pengambilan bagasi dan mengantri. Terima kasih Citilink, pengalaman pertama terbang bersama Citilink sungguh berkesan. Overall, pelayanan sangat memuaskan, pramugari selalu melayani dengan senyuman dan profesional, kursi pesawat nyaman dan lega *untuk ukuran gue yaa*. Rekomen deh buat dicoba selanjutnya, tapi semoga ada diskon ya #eh

Quick info : Citilink menempati terminal 1A di Bandara Internasional Juanda, Citilink memang menggunakan Bandara Juanda sebagai hub penerbangan mereka. Citilink melayani 23 rute domestik. Harga tiket termasuk bagasi, tapi tidak untuk makanan dan minuman *udah murah ngarepnya banyak*

Iklan

19 thoughts on “Pengalaman Pertama Terbang Bersama Citilink, Begitu Berkesan !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s