Menggigil Disko di Situ Patenggang


Setelah dari Kawah Putih (baca ceritanya di sini) gue dan kawan melanjutkan perjalanan kami menuju Situ Patenggang, kata doi, tempat wisata di Bandung ini terkenal karena pernah dipakai sebagai lokasi syuting film “My Heart”

Maka, segera motor dipacu melaju menembus jalanan yang mulus, dimana sepanjang kiri dan kanan banyak terdapat kebun teh. Kata teman gue, kalau musim libur, banyak yang datang dan fotoan di sini, memang sih, sesekali terlihat gerombolan orang sedang berfoto di antara tanaman – tanaman teh.

Sepanjang jalan terasa adem, bukan cuma karena udaranya memang sejuk, tapi pemandangan serba hijau sukses juga membuat mata terasa segar.

Sekitar 15 menit mengendara, kami pun tiba di gerbang masuk menuju Situ Patenggang. Di gerbang masuk tersebut, ada loket penjualan tiket. Harga tiket tidak terlalu mahal sih, masih terjangkau. Setelah biaya masuk terbayar lunas, kami segera melaju menuju area parkir.

Dari jalanan menuju area parkir, danaunya sudah terlihat, berwarna hijau toska, dengan deretan pohon cemara mengitarinya, waaah cantik sekali !

“berhenti bentar bro, gue mau foto nih”, kata gue spontan

Motor langsung berhenti, dan gue bisa jepret – jepret dengan lebih bebas. Emang keren banget pemandangannya, puas foto – foto dan udara udah mulai dingin juga, akhirnya motor pun kembali dilaju menuju area parkir.

Setibanya kami di area parkir tampak beberapa mobil dan motor sudah memadati lahan parkir tersebut. Tampak pula turis lokal dan bule yang lalu lalang, kebanyakan sih berpasangan atau bersama keluarga.

Setelah dapat lahan parkir, gue dan kawan segera menuju ke gerbang masuknya, di dalam area Situ bbm Patenggang, setelah gerbang masuk, terdapat papan info mengenai sejarah dan legenda dari Situ Patenggang ini. Tampak pula jalan setapak yang rapi membagi jalur menjadi dua.

Kami mengambil jalur ke kanan terlebih dahulu, menuju kearah danaunya, sepanjang jalan tampak saung – saung tempat beristirahat terbuat dari kayu dan bambu, lengkap dengan atap rumbianya.

Tampak pula di danau itu terdapat dermaga kecil dan beberapa perahu bersandar, kata teman gue, perahu itu disewakan bagi mereka yang mau ke Batu Cinta, spot terkenal di seberang danau buat mereka yang berpasangan. Gue sih ogah nyobain, secara sayang duitnya, dan jomblo alias ga punya pacar !

Tampak pula di tengah danau beberapa pasangan bersusah payah mengayuh perahu mini berbentuk angsa – angsaan, diih udah nyewa mahal, capek sendiri ngayuhnya !

Oh iya, sebelum berangkat, dari tempat teman gue, udah diberi tahu terlebih dahulu supaya jangan lupa pakai jaket gunung. Karena sumpah di sini dingin pake bangeeet ! perpaduan langit mendung dicampur angin dingin sepoi – sepoi bakalan sukses bikin kalian masuk angin kalau ga pakai jaket.

Gue berkeliling sekitaran area pinggir danau bareng teman, ga lama di depan tampak beberapa orang istirahat tidur – tiduran di saung bambu, waah kayanya asyik juga tuh tiduran ! Segera gue kasi tahu teman buat cari spot untuk tidur – tiduran juga.

Kami pun menuju saung kecil yang letaknya menghadap ke arah danau. Wah asyik nih bisa tidur cyantik, pikir gue. Gue pun rebahan, sedangkan teman gue sibuk foto – foto.

Tak lama, ketika gue hampir terlelap, tiba – tiba ada yang menyapa dengan lembut,

“kang, punten kang, kalau mau tiduran di sini, harus bayar”

eeh, seketika gue tersadar !

“loh, bukannya fasilitas gratis ya, kang ?”, tanya gue memastikan

“iya kang, saungnya gratis, tapi tikarnya bayar kang, sepuluh ribu aja”, jawab si akang sambil tersenyum.

aduuh ! ternyata tikarnya bayar, yaudahlah, gue pun merelakan duit sepuluh ribu berpindah tangan, dalam hati gue berkata bakal lebih ikhlas bayar sih kalau disediakan bantal juga, biar lebih enak tidurnya, hiih !

Kelar urusan, gue pun melanjutkan tidur. Lama – kelamaan, kok anginnya makin kencang, dingin pula, lebih parahnya, gerimis pun turun ! lengkap sudah !

Gue paling ga kuat sama udara yang terlalu dingin, bawaannya hidung bersin – bersin dan langsung meler dengan sukses, ditambah lagi gerimis turun, lengkap penderitaan gue !

Gue tetap berusaha buat tiduran, jaket udah gue tutup dengan rapat, bahkan telapak tangan gue selipin di ketek, biar anget.Tapi, nasib berkata lain, makin lama makin dingin ! gue menggigil, gue akhirnya bangun dan berusaha duduk aja walaupun ngantuk berat.

“diki, pulang yuk habis ujannya reda, gue ga kuat nih”, keluh gue

“iya, ntar ya”, sahut dia.

Maka sembari menunggu hujan reda, gue hampir mati kedinginan, kepala pusing, badan menggigil, hidung meler, komplit !Β Sumpah, itu 20 menit terpanjang yang gue lalui ! gue cuma bisa berdoa dalam hati hujan cepatlah reda.

Tuhan memang baik, apalagi buat anak sholeh macem gue, ga lama hujan reda. Buru – buru gue ngajakin balik. Sembari ngedumel kedinginan, gue mempercepat langkah gue. Udah ga sabar rasanya buat merasakan udara hangat.

Saat mencapai parkiran, gue berpapasan dengan rombongan mbak – mbak aduhai, dengan baju dan celana minim bahan tanpa bawa jaket, cuek aja jalan menuju Situ Patenggang, haah mamam tuh kalo kedinginan !

Situ Patenggang memang kece abis, tapi sayang gue ga kuat dingin, hiiks !

nb : malamnya gue sukses keliyengan masuk angin πŸ™‚

Iklan

23 thoughts on “Menggigil Disko di Situ Patenggang

  1. Akarui Cha berkata:

    Duh itu foto yang depan pintu gerbang Situ Patenggang keren banget. Waktu aku ke Situ Patenggang ini, ga bisa nge-capture di situ karena aku dan teman-teman naik angkot. Padahal pemandangan dari atas situ lho, masya Allah keren banget.

    Suka

  2. leli berkata:

    Main kesini emang selalu menyegarkan. Kadang dinginnya emang bisa bikin sampe disko tapi kadang engga juga sih hahaa

    Asal bawa bawa sesuatu yang bisa di peluk aja.
    Tas contohnya, wkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s