Pengalaman Pertama Naik Kereta Api, Seru Kok !


Satu hal yang gue ga suka dari hidup di Pulau Lombok adalah, ga ada kereta api di sini ! Hiiih, remeh banget ya alasan gue, tapi mau gimana, masa buat memuaskan hasrat ini, gue kudu ke Jawa !?

Dan, akhirnya kesempatan buat merasakan naik kereta api bisa gue rasakan juga, sebenarnya sih ga terencanakan, ceritanya waktu mau pulang dari Yogja ke Lombok, tiket pesawatnya mahal amat buat dompet gue yang udah kempes. Sedangkan, tiket termurah untuk ke Lombok adanya dari Surabaya. Untuk ke Surabaya, gue pun memutuskan untuk naik kereta api dari Yogja.

Siang itu, gue langsung memesan tiket kereta dibantu teman. Kami pun berangkat menuju Indomaret terdekat untuk memesan tiket kereta.

Proses pemesanan berlangsung sangat mudah ! Pemesanan dilakukan lewat alat, semacam komputer berlayar sentuh, yang ada di dalam toko. Cukup masukkan stasiun awal dan stasiun akhir tujuan, tanggal, kelas kereta yang dipilih, dan nama, selesai. Nantinya print out dari mesin tinggal dibawa ke kasir untuk dibayarkan/ ditukar dengan lembaran semacam kupon untuk nantinya ditukarkan lagi dengan tiket di stasiun.

Proses penukaran dengan tiket di stasiun pun sangat mudah, tinggal memasukkan kode yang ada di lembaran kupon, dan voila ! Tiket pun sudah ditangan.

Waktu itu, gue naik kereta paling pagi, tujuan akhir stasiun Gubeng, tentu saja dengan kelas paling murah a.k.a kelas ekonomi. Kelas ekonomi, ternyata cukup nyaman, sudah ber-AC, duduk pun sudah diatur sesuai nomor kursi yang ada di tiket. Jadi, tidak ada lagi ceritanya rebutan kursi. Kursi terkonfigurasi saling hadap – hadapan, dengan dua penumpang di setiap barisnya. Satu hal yang kurang menurut gue, kursinya terlalu tegak lurus, punggung pun cukup tersiksa. Point plus lainnya, toilet di kereta api ini pun cukup bersih dan manusiawi ukurannya.

Perjalanan pun dimulai, ketika kereta mulai berjalan, petugas kereta didampingi petugas keamanan mulai berjalan dari satu gerbong ke gerbong lainnya memeriksa tiket setiap penumpang. Tiket nantinya akan dilubangi setelah diperiksa.

Perjalanan menuju Surabaya Gubeng, memakan waktu selama tujuh jam perjalanan. Sebagian besar waktu, gue manfaatin buat mencoba tidur, sesekali melihat pemandangan, juga memantau sejauh mana perjalanan sudah berlangsung via Google Maps.

Beberapa kali, kereta berhenti di stasiun – stasiun lainnya untuk mengangkut penumpang lagi, banyak yang memanfaatkan waktu berhenti tersebut untuk turun sejenak ke peron, biasalah, sebatang rokok dibakar dulu untuk mengusir kejenuhan. Oh iya, jangan sekali – sekali berani merokok di dalam kereta, resikonya jika ketahuan, akan diturunkan oleh petugas !

Perjalanan terus berlanjut, dari pada mati gaya di dalam gerbong, gue pun mencoba berkeliling ke gerbong lainnya, ternyata banyak penumpang yang pindah gerbong, mencari bangku kosong untuk tidur terlentang.

Di dalam kereta, jangan takut kelaparan ! Kalau tidak membawa bekal, ada petugas yang berkeliling jualan nasi kotak, kudapan, kopi, dan minuman ringan. Tapi, harganya ampun mahal banget ! Gue beli nasi kotak, kena 30,000 IDR. Duuh, terpaksa dari pada kelaparan.

Selain penumpang lokal, di dalam gerbong gue perhatiin banyak juga penumpang bule. Rupanya, mereka memilih kereta api karena memang lebih murah, selain karena pemesanan dan informasi yang didapatkan sangat mudah.

Perjalanan terus berlanjut, sampai akhirnya gue pun ketiduran. Sumpah tidur gue nyenyak banget, sampai – sampai bapak disebelah gue ngebangunin, karena sudah sampai di Gubeng. Untung aja dibangunin, kalau tidak, gue bisa lolos sampai Banyuwangi !

Pengalaman pertama kali naik kereta buat gue sangat berkesan, lain kali harus dicoba lagi, tapi yang kelas bisnis atau eksekutive lah, biar lebih nyaman.

Iklan

12 thoughts on “Pengalaman Pertama Naik Kereta Api, Seru Kok !

  1. cumilebay.com berkata:

    Yaaa ampun kamu umur segitu baru naik kereta api yaaa hahaha, aku lho dah hampir 15 th an ngak naik kereta jarak jauh hehehe.Paling bogor bandung doang, kan jadi kangen mudik ke sby naik kereta 😦

    Suka

  2. Theresia devy berkata:

    Kereta ekonomi skr uda lbh manusiawi.. Dlu jamannya kgk pake nomor tmpt duduk, pd rebutan korsi, penumpang sebanyak apapun diangkut, boro2 pk ac.. Pokoknya klo uda dpt tmpt duduk, jgn kaget dibawah kaki ente ada org yg tiduran beralaskan koran

    Suka

  3. insanwisata (@InsanWisata) berkata:

    Selamat ya Bro. Akhirnya naik kereta api juga. Hehe. Pengalaman pertamaku justru pas kelas 3 SD. dulu tiketnya mirip kaya tiket timezone gitu. Terus, duh, g disiplin dan tertib lah. Pernah saya g dapat duduk, akhirnya gelar koran di bawah. Tidur ngemper. Dan memang, kaya di gambar2 gitu. Kalau pas mudik besar2an, apalagi ada acara musik band terkenal, orang2 pada naik kereta, kalau g dapat tempat, yang pada berdiri dan duduk di atas gerbong kereta. Serem lah. Kereta jaman dulu kaya angkot pasar. Ga ada AC. Cuma kipas yang hampir rusak. haha

    Suka

  4. Firsta | A Travellers Journey berkata:

    Kak Rey! Seru banget baca ceritanya hahahaha.. Kamu umur berapa, Kak? Akhirnya ya naik kereta juga πŸ˜€
    Jadi inget, aku pernah lho naik motor dari Bali ke Banyuwangi (trus motornya dipaketin) trus aku naik kereta dari Banyuwangi sampai Surabaya trus sambung lagi Surabaya – Yogya. Aku lebih suka kereta api dibandingkan naik bus, suka gampang mual :/ dan waktu itu capek motoran. Hihi..

    Suka

  5. Rifqy Faiza Rahman berkata:

    Sandaran kursi KA ekonomi memang begitu, dan jogja-surabaya belum seberapa ketimbang KA ekonomi Matarmaja Malang-Jakarta hahahaha. Dari Jogja sebenarnya ada KA Sri Tanjung Mas, berangkat dari stasiun Lempuyangan. Itu tujuan akhirnya langsung ke Banyuwangi πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s