Pengalaman Terbang Ke Bandung Bersama NAM AIR


Ini sebenarnya lanjutan dari perjalanan gue sewaktu gue berangkat liburan ke Bandung tahun lalu. Berhubung dari Lombok tidak ada direct flight ke Bandung, akhirnya gue pun mengambil rute Lombok – Surabaya dan Surabaya – Bandung, dengan harga tiket yang murah (dalam kondisi booking tiket H-1 keberangkatan) walaupun harus transit 7 jam di Surabaya #YangPentingMurah

Setelah terbang dari Lombok dan sampai di Surabaya, maka neraka transit menanti gue #Lebay #PadahalCuma7Jam. Puas banget deh mondar – mandir keluar masuk toko dan cafe, sampai akhirnya gue pun masuk untuk check in di konter Nam Air atau Sriwijaya Air.

IMG_20160809_140037.jpg

muka capek nunggu transit

Oh iya, buat yang baru dengar nama Nam Air, Nam Air ini adalah anak perusahaan dari Sriwijaya Air. Nam Air sendiri berdiri tahun 2013. Makanya, konter check in-nya jadi satu sama Sriwijaya Air.

Eh, di layar boarding board, tertera check in untuk Nam Air tujuan Bandung sudah dibuka, ternyata begitu masuk ke dalam, masih belum buka ! gue pun duduk nunggu, lumayan 30 menit menunggu sampai akhirnya beneran buka tuh konternya.

Check in berlangsung singkat, gue pun dapat boarding pass, dan segera ke lantai 2 dan mencari letak gate 6, boarding room untuk Nam Air. Tapi, gue ga langsung masuk sih, waktu masih lama kok, gue pun beranjak ke smooking room, ngudut bentar sebelum terbang.

IMG_20160809_164424.jpg

boarding pas gue

Sekitar 30 menit gue di smooking room, dan akhirnya gue beranjak ke boarding room. Dan, ternyata gue harus menunggu lagi karena pesawatnya delay ! dan ga hanya gue yang delay, penumpang Sriwijaya Air pun delay, bahkan yang tujuan Kalimantan (gue lupa antara Banjarmasin atau Balikpapan) udah delay 2 jam, dan mereka dapat kompensasi nasi kotak, sedangkan gue dapat permintaan maaf aja.

IMG_20160809_172228.jpg

mereka dapat nasi, gue dapat ucapan maaf

Pesawat yang seharusnya take off pukul 18:35 pun akhirnya delay 1 jam, sampai akhirnya ada petugas yang datang dan mengarahkan kami untuk segera naik ke atas pesawat. Oh iya, pesawatnya berjenis Boeing 737-500 winglet, sesuai untuk penerbangan jarak pendek seperti ini.

IMG_20160809_180754_HHT.jpg

view dari jendela

Masuk ke dalam kabin pesawat, gue disambut bidadari pramugari, menurut gue penampilannya cukup classy, yang buat gue kagum, mereka ada juga pramugari yang berhijab.

Interior didalam pesawat biasa aja, tidak ada kesan yang wah, selain itu jarak kursinya pun terbilang standart saja, tidak terlalu sempit atau lebar. Pemilihan warna biru gelap untuk kursi penumpang menurut gue kurang bagus, membuat kesan kumal dan tidak modern. di kursi pesawat pun tidak ada inflight entertainment system yang terpasang, hanya ada inflight magazine saja.

IMG_20160809_180808.jpg

jarak kursi dan kaki gue

IMG_20160809_180815.jpg

suasana kabin

Pesawat mulai bergerak ke landasan pacu dan pramugari memperagakan aturan keselamatan bagi penumpang.. Mesin meraung dan kecepatan pesawat bertambah, tak lama kemudian tampak lampu – lampu di bawah mulai mengecil.

Tak lama setelah terbang, pramugari pun mulai membagikan makanan ke penumpang, gue pikir makanannya bakalan sekelas Garuda Indonesia, ternyata zonk ! jangan harap banyak deh sama makanannya, maklum kelas budget, walaupun mendapat makanan ternyata isi kotak yang dibagikan hanya satu roti isi ayam-yang-cuma-seuprit dan segelas air kemasan. Memang sih setelah itu mereka pun menawarkan dagangan macam cemilan dan minuman ringan, tapi gue ga pernah minat untuk beli.

Selama terbang cuaca cukup berawan, dan beberapi kali lampu tanda kenakan sabuk pengaman menyala dan turbulence terasa, tapi tidak ada pemberitahuan apapun dari pilot terkait itu.

Perjalanan terasa sangat lama, sampai akhirnya pesawat mulai menurunkan ketinggian dan lampu – lampu kota mulai tampak. Tapi ternyata, pesawat masih memutar saja di ketinggian, lama banget deh proses landingnya ! gue perhatiin dari jendela pesawat beberapa kali peswat melewati spot yang sama, sampai akhirnya pesawat pun terus turun dan landing di Bandara Husein Sastranegara. Landingnya pun tidak terasa smooth sama sekali, pesawat berguncangΒ  dan sepertinya mengerem lebih cepat.

Setelah mendarat dan parkir sempurna, akhirnya gue pun ambil bagasi kabin dan segera turun. Tidak lupa, mengucapkan terima kasih ke pramugari, mereka pun membalas seraya tersenyum.

Saat sampai di dalam gedung kedatangan, gue melihat jam di hape. Aah, seharusnya perkiran lama terbang 1 jam 20 menit dan landing pukul 19:55, ternyata molor dan landing pukul 21:15. Welcome to Bandung !

IMG_20160809_195940_HHT

welcome to Bandung

PS : terbang bersama Nam Air sebenarnya nyaman – nyaman saja, asal ekspektasi tidak terlalu tinggi saja. Semoga kedepannya delay bisa diminimalisir dan makanan yang termasuk ke dalam harga tiket bisa lebih baik lagi.

(Ternyata, Bandara Husein Sastranegara keciil banget ! pantas saja pesawat lama memutar menungggu landing, parahnya lagi di Baggage Claim Area, tepat di atas Baggage Conveyor, layar petunjuknya tidak menyala ! jadilah para penumpang tebak – tebakan barang yang muncul di conveyor dari pesawat mana, dan conveyor belt pun hanya satu !)

 

Iklan

16 thoughts on “Pengalaman Terbang Ke Bandung Bersama NAM AIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s