Nasib Hotelier : Balada Tipping


Kerja dibidang jasa semacam hotel atau restaurant, hal yang lumrah namanya kalau pelanggan puas kita lemas kita pun akan diberikan reward oleh mereka berupa tipping.

Buat yang belum tahu apa itu tipping, tipping itu sejenis hewan bercangkang dan bercapit….EEEH ITU KEPITING MALIIIIIH !! #Krik. Tipping itu pemberian dari tamu sebagai ucapan terima kasih atas bantuan dan layanan yang didapatkan, biasanya beupa uang, bisa juga berupa barang. Kalau tipping berupa uang biasanya dimasukan ke tipping box atau bisa juga diberikan langsung ke yang bersangkutan. Kalau berupa barang, langsung diberikan ke yang bersangkutan.

Tips1

Di Asia, setahu gue budaya tipping masih berlaku kok, kecuali Jepang ya. Malah kalau boleh jujur, tipping itu sebenarnya sesuatu yang diharapkan banget, yaiyalah, kalau dapatnya banyak kan lumayan buat nambahin uang jajan #HotelierKere.

Sebagai Front Desk Agent yang amat sangat berdedikasi dan customer satisfaction oriented, kebahagiaan banget bagi gue kalau bisa buat tamu senang dan memberikan respon positif terkait hotel.

Tentunya, respon positif mereka kadang ditemani dengan “sedikit selipan” berupa tipping. Kadang tipping yang diberikan berupa uang, terkadang pula berupa barang – barang lainnya.

Tapi, apakah semua tamu memberikan tipping yang layak dan banyak ? aah ga juga ! terkadang yang ada malah zonk, tapi banyak juga yang baik.

Suatu hari, ada cowok bule Perancis datang dengan “ayamnya”, sst bukan ayam yang hewan ya,tapi taulah “ayam”yang itu, keliatan banget dari gesture dan tampilannya. Kelar proses registrasi, gue pun escort mereka ke kamar, saat mau beranjak, gue pun disalam tempel sama si mas, eeh gue liat banyak lembaran merah ! mayan nih,dan benar, seumur hidup gue, baru kali itu gue nerima tipping sampai 300 ribu ! rezeki anak sholeh.

giphy (2)

Suatu kesempatan yang lain, gue juga pernah dikasih tipping oleh keluarga dari Cina, ga main-main, seorang ngasi 50 ribu, mantap jiwa ! Oleh pasangan dari German yang gue antar, gue juga pernah nerima tipping mayan banyak, dalam bentuk euro,10 euro, yang kalau dikonversi sekitar 150 ribu.

yi99YMXIigXG8

Pokoknya,masa kejayaan menerima tipping banyak pernah gue lalui, tapi gue juga pernah melalui masa ngenes yang amit-amit semoga ga terulang lagi.

Ceritanya, ada pasangan Perancis yang sedang honeymoon, menyewa villa private. Gue pun menyambut dan melayani mereka dengan maksimal, mengingat itungannya ini tamu vip. Gue pun escort mereka menuju villa walaupun jaraknya lumayan jauh dari lobby, sambil geret-geret koper mereka yang beratnya amit-amit.

4rjcEJpI6qfsI

Sampai di villa, mereka pun nyamperin gue salaman (salam tempel tentunya), dan raut wajah gue berubah saat itu juga, gue cuma dikasih 2 ribu rupiah doang. Tentu gue menerima dengan senyum manis walaupun dalam hati kecut, secara di Gili, 2 ribu bisa buat apa.

hmpqVzwPARTmo

Pernah juga kejadian sewaktu gue escort kakek-kakek asal Ukraina, saat mau beranjak pergi, gue dipanggil dengan gesture tangannya memanggil gue, maklum doi ga bisa bahasa inggris. Doi pun menyuruh gue menengadahkan tangan, dan guess what? doi ngasi duit koin 500an sambil diitung pelan-pelan,dan sampai 3 ribu rupiah, doiΒ  dengan elegannya ngasi gesture buat pergi. FAAAAK!

source

Gue curiga aja sih kalau bule-bule ini emang ga ngerti mata uang rupiah, mungkin dipikiran mereka, jumlah nol yang banyak, berarti nilainya banyak juga. Awalnya gue mikir gitu, sampai suatu hari gue escort 3 tamu cewek asal Malaysia.

Tamu yang gue antar ini dari awal udah cerewet banget, mulai dari ngeluh jarak hotel jauh dari pelabuhan (padahal kurang dari 10 menit), ngeluh kelamaan dikasih welcome drink, ngeluh juga kepanasan. Giliran gue antar ke kamar, barangnya bujuk buseeet, masing-masing bawa 2 koper, gue bantu angkat bolak balik lobby ke kamar mereka.

Kelar itu, gue pun menjelaskan fasilitas kamar dan menunjukkan area balkoni mereka di lantai 2, saat akan beranjak pergi, salah seorang dari mereka memanggil gue, waaaah dapat tipping nih ! dia pun menyalami gue, gue ucapkan terima kasih dan beranjak pergi, ketika sudah menjauh dari kamar mereka, gue pun merogoh kantong melihat tipping yang diberikan, astaga…1000 rupiah ! cuma selembar, gue pun ketawa, ketawa miris ngeliat kelakuan mereka. Padahal kamar yang disewa, kamar termahal di hotel, tapi tega banget kelakuannya.

BeL3iFbYzAsfu

Ada yang lebih parah dari itu? ada ! Salah satu guest dari Ukraina, cewek cantik yang memang ramah banget, check out dan nyamperin gue, dengan bahasa inggris terbata-bata, doi bilang mau kasi gift buat gue. Wiiih, doi ngasih gue kantong koran berwarna colat, yang isinya ga gue buka saat itu, ga sopan juga kalau langsung periksa isinya depan dia.

Ga lama setelah dia pergi, gue pun membuka kantung yang doi kasi. Tebak isinya apa? siap – siap jangan ketawain gue ya, ternyata isinya…perlengkapan mandi dia yang udah kepake sebagian plus handuk kecil dia yang juga masih lembab ! sekalian aja kasi gue daleman elu, mbak !

EvWx1BeeRyyJi

Begitulah lika- liku tipping, kadang bikin hati berbunga-bunga, terkadang banyakan bikin miris. But, yang terpenting ada ga ada tipping, melayani tamu tetap sepenuh hati dong #Dedikasi !

keep-calm-and-smile-we-are-hotelier.jpg

Iklan

10 thoughts on “Nasib Hotelier : Balada Tipping

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s